Wednesday, 13 January 2016

Bayu

Di teman senja
Awanan litup
Cahya nyaman
Mataku jauh merenung buana
Kulihat daun menari riang
Ranting lembut dipukul puputan
Namun tidak terlihat gerangan pelaku

Kadang kutertanya
Apa engkau bayu, bahagia?
Hadir tanpa dilihat
Dinanti
Juga dielak
Kadang dipersalah

Tercetus akal dibenak minda
Andai ia mampu dilihat, mungkin kita semua lari bertempiaran
Takut akan hadirnya sang bayu
Yang mungkin bawa bencana
Mahupun datangnya untuk beriang canda

Kadang, tiap ciptaan tidak seharusnya hadir di mata
Setiap tercipta punya hikmah disebalik penciptaan

Kurela angin hadir tanpa dilihat
Kutahu
Semua makhluk menanti nyaman hadirnya
Semua juga gerun akan terjang amarahnya

Damailah bayu
Puputlah mengikut kehendak Sang Pencipta
Membawa damai dan bahagia
Mengusir derita di jiwa
Meleraikan denaian resah
Mengubat segala lara

Biar engkau hadir tanpa lelah
Namun kutahu
Ikhlas baktimu

Terima kasih bayu
Terima kasih Tuhan

- embun, (1815)

No comments:

Post a Comment

okey, aku tahu yang inda ramai orang akan komen di sini.. by the way, thanks.. tapi, tolong pastikan, no harsh word yaa..