Tuesday, 26 January 2016

Tertulis

Dahulu
Kupernah punya impian
Yang kulayar jauh tak bertepian
Kusangka jalanan jauh
Namun kulupa ia tak terhaluan
Nakhoda tak terkemudi
Akhirnya tenggelam di tengah lautan

Dahulu
Kupernah bergantung harap
Tinggi memuncak ke langit angkasa
Megah, itu rasaku
Kusangka teguh dirinya di puncak
Namun akhirnya jatuh berderai
Berkecai
Tanpa harapan
Musnah aku sendiri

Mendongakku ke langit biru
Menundukku tanah bumiku
Meliar mataku ke keliling
Lalu tersentakku sedari lamunan
Menerpa realiti menepis khayalan

Lantas hati bertanya,
Atas ihsan siapa kau masih bernyawa?
Atas simpati siapa kau masih upaya?
Atas alasan apa kau masih ada?

Tepuk dada, tanya hati, tanya iman,
Apa Tuhan masih di jiwa?

-embun-

No comments:

Post a Comment

okey, aku tahu yang inda ramai orang akan komen di sini.. by the way, thanks.. tapi, tolong pastikan, no harsh word yaa..