Wednesday, 3 February 2016

Mengkuang

Dulu gadisnya,
Santun terjaga
Duduk semat bersimpuh
Melambang budaya bangsa
Yang nyata indah teratur

Dulu jejakanya,
Gagah bertempat
Tutur teratur
Cerminan diri amatlah molek
Buat turutan di hari kelak

Kini,
Santun tidak dituntun
Tutur nyata terabur
Kelana entah ke mana
Ihsan bukan amalan

Si tikar mengkuang tua
Hanya mampu melihat
Menyaksi
Tanpa berkata
Terbiar berdebu
Kaku terpaku
Terpaku dengan perubahan
Yang nyata pantas
Putaran yang mengubah zaman
Zaman di mana hilangnya budi

Terbiar si mengkuang tua
Suara bisu tidak kedengaran
Terpaku tanpa dipeduli
Dibutatuli
Namun masih di situ
Setia menanti zaman itu kembali
Walau beribu tahun lamanya
Dia tetap menanti
Menanti kemeriahan dan keindahan
Yang dulunya menemani

Si mengkuang tua
Tetap menanti untuk itu kembali

-embun-

1 comment:

  1. Hi sis. Pls email sy. Ada hal penting nak tanya. Very important. Pls ya. Or blh wsap i 012 2714002. My email edabelle6@gmail.com. thanks

    ReplyDelete

okey, aku tahu yang inda ramai orang akan komen di sini.. by the way, thanks.. tapi, tolong pastikan, no harsh word yaa..